Minggu, 23 Maret 2014

Pacaran Apa Kredit Mobil?

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


Seperti biasa setiap pagi setelah melaksanakan kewajiban shalat shubuh, saya akan kembali membuat tulisan. Tulisan-tulisan yang saya buat hanya sebagai media belajar dan juga sebagai pengingat dan pengikat ilmu-ilmu yang telah saya dapatkan. Karena Ali bin Abu Thalib pernah berkata, “Carilah ilmu dengan membaca dan ikatlah ilmu dengan menulis”
                Sambil ditemani murotal Al-qur’an dari Syaikh Al-Qomidhi, saya akan sedikit membahas –seperti biasanya, tentang gambar-gambar yang didalamnya terdapat tulisan yang menarik dan mengandung pesan yang baik.
                Gambar yang akan saya bahas pada kesempatan kali ini berkenaan dengan pacaran. Sebelumnya gambar ini saya ambil atau tepatnya saya copas dari akun FB teman saya. Digambar tersebut ada baju yang berwarna putih dan bertuliskan, “PACARAN KOK SAMPAI 5 TAHUN... PACARAN APA KREDIT MOBIL”. Pesan yang disampaikan dalam baju tersebut mengarah kepada remaja yang sedang pacaran, pesan tersebut adalah sindiran terhadap mereka khususnya para remaja yang hobbi-nya berpacaran. Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa pelaku utama aktivitas pacaran adalah kaum remaja dari segala umur, dari mulai umur-umur ketika mereka sekolah (SMP dan SMA). Pacaran adalah sebuah aktivitas berdua-duaan yang dilakukan oleh kedua makhluk tuhan, laki-laki dan perempuan. Pacaran kata mereka adalah cara tanda kita mencintai lawan jenis sehingga nanti kita bisa saling mencintai dan saling mengasihi. Maka biasanya orang yang melakukan pacaran itu menghabiskan waktu yang cukup lama, meskipun ada beberapa yang sebentar menjalaninya. Waktunya pun bahkan sampai bertahun-tahun misalnya dari mulai kelas 2 SMP sampai kelas 3 SMA. Setelah selama itu mereka menjalani pacaran banyak dari mereka yang pada akhirnya tidak sampai ke jenjang pernikahan.

Proses Kebangkitan Manusia

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

PEMIKIRAN à PEMAHAMAN à TINGKAH LAKU

Kebangkitan manusia diawali dengan pemikiran, karena dengan pemikiranlah ia akan mendapatkan sebuah pemahaman, kemudian dari pemahaman itulah muncul yang namanya tingkah laku/perbuatan.
            Contohnya kenapa ada perampok, karena sebelumnya yang namanya perampok itu tidak serta merta ia berprofesi seperti itu dari kecil. Tidak mungkin ia ketika lahir kedunia langsung jadi perampok atau ia ditakdirkan sebagai perampok. Itu hal yang mustahil, kenapa? Karena seorang bayi atau anak kecil belum bisa mengoptimalkan otaknya untuk berpikir dan juga tidak mempunyai pemahaman bagaimana cara merampok. Ia bisa menjadi seorang perampok ketika ia mulai dewasa, ketika ia mulai menggunakan akalnya untuk berpikir. Misalnya ketika pada saat itu ia sedang tidak mempunyai uang dan juga ia sedang dalam kondisi tidak bekerja, sementara kebutuhan untuk makan dan minum harus dipenuhi. Kemudian ia berpikir bagaimana cara mendapatkan uang? Lama berpikir akhirnya ia menemukan cara untuk dapatkan uang, yaitu dengan cara merampok.  Namun ia tidak mempunyai pemahaman bagaimana cara agar merampok itu sukses atau berhasil, bagaimana agar merampok itu tidak membuahkan hasil yang  mengecewakan, dan bagaimana agar merampok itu tidak diketahui orang dan tidak ditangkap Polisi. Kembali ia berpikir, lanjut cerita ia pun mempunyai cara tentang bagaimana memecahkan ketiga pertanyaan tadi. Cara itulah yang dimaksud dengan pemahaman, setelah paham barulah ia bertingkah laku atau berbuat untuk merampok.

Nasehat Untukmu Wanita

           بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

             Gambar ini saya ambil dari akun teman Facebook saya. Saya mengambil –tepatnya meng-Copas (copy-paste) gambar ini karena tulisan didalamnya cukup menarik dan mengandung makna yang baik.
         Isi dari tulisan tersebut adalah sebuah perenungan atau muhasabah seorang perempuan tentang dirinya. Kalimat tersebut seperti cambuk bagi perempuan ketika mereka malas belajar. Juga merupakan kapsul pemecut semangat ketika rasa malas itu datang.
          Ia ingat bahwa seorang perempuan itu nantinya akan mempunyai pasangan hidup (suami). Dari hubungan antara suami-istri itu nantinya akan lahir sosok individu baru. Yang dimaksud adalah seorang bayi atau sang buah hati. Telah kita ketahui bersama bahwa yang namanya bayi itu pasti senantiasa dekat dengan Ibunya daripada dengan Bapaknya. Karena telah terbentuk ikatan emosional yang lama antara seorang ibu dan buah hatinya.
Karakter seorang anak dibentuk dan ditentukan oleh ibunya karena ibulah yang selalu mengajari anaknya dari kecil hingga dewasa kelak dan dia pula yang selalu menjaga dan selalu ada untuk anaknya, dimana pun dan kapan pun. Jika ibunya berkarakter baik maka anaknya pun akan berkarakter baik dan jika ibunya berkarakter buruk maka anaknya pun akan berkarakter buruk.

Indahnya Cinta Tergantung Pekerti Kita

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Ada sebuah kalimat sakti yang dikatakan oleh Mario Teguh berkenaan dengan cinta, beliau yang biasa nongkrong di tv setiap malam senin dalam acara The Golden ways ini berkata, “cinta selalu indah. Salah memilih kekasih dan salah mencintai adalah perusak keindahan cinta. Maka, jangan salahkan cinta. Cinta hanya memperlakukanmu seindah pekertimu”.
Memang, cinta itu indah karena cinta adalah anugerah Allah SWT yang diberikan kepada manusia. Ia juga merupakan fitrah manusia. Allah SWT ciptakan cinta agar manusia bisa melestarikan keturunannya sehingga semakin banyak manusia yang beribadah kepada Allah SWT. Lanjut kata Om MT, salah memilih kekasih dan salah mencintai adalah perusak keindahan cinta. Artinya ketika kita sudah mampu untuk memilih sang pendamping hidup, jangan sampai pilihan kita itu yang akhirnya mengecewakan kita. Misalnya kita memilih istri yang penampilan fisiknya baik, putih, dan mulus serta tidak ada sedikit pun kecacatan pada tubuhnya. Tapi apa yang ada dibalik fisiknya tidak seindah fisiknya, artinya hatinya tidak bersih. Banyak ‘noda-noda’ yang menempel di hatinya. Maka istri yang seperti ini nantinya akan merusak keindahan cinta bahkan keindahan rumah tangga. Karena jika seorang istri mempunyai penyakit hati dalam dirinya ia akan senantiasa iri kepada orang lain, terlalu curiga kepada suami, tidak mau patuh pada suami, bahkan ngeyel ketika dinasehati, dan bisa jadi ia akan selingkuh dengan orang lain. Jadi baik dan rusaknya cinta tergantung pilihan kita sendiri ketika memilih kekasih.

Senin, 12 November 2012

Hadharah | Madaniyah


Sebelumnya mungkin diantara kita pernah bertemu dengan orang yang ketika kita Tanya, “antum (anda) punya akun FB ga? Akun twitter? Atau akun blog-nya sekalian?” dia jawab “kaga punya, soalnya semua itu haram. Haram karena ciptaan orang kafir”. Saya pribadi pernah menemuinya. Atau mungkin kita pernah jalan-jalan dan wara-wiri terus mampir ke suatu masjid, didalamnya kita lihat nggak ada yang namanya Mic, speaker, sound system, dan lain-lain. Selidik punya selidik ternyata yang punya masjidnya nggak membolehkan yang namanya alat-alat modern khususnya elektronik bin teknologi masuk nonkrong diruangan masjid.
                Nah, kenapa dizaman super maju dan modern ini masih ada orang yang demikian, yang anti atau bahkan mengharamkan alat-alat teknologi? Jawabannya, karena bisa jadi mereka nggak bisa membedakan antara Hadharah dan madaniyah atau bisa jadi karena mereka bertaklid buta pada orang yang dipercayainya-padahal belum tentu benar. Wallahu ‘alam
                

Selasa, 23 Oktober 2012

5 Jenis Manusia


Telah kita ketahui bersama bahwa manusia adalah makhluk sosial, yaitu makhluk yang tidak bisa hidup sendiri, yang senantiasa membutuhkan peran serta bantuan dan pertolongan dari orang lain. Manusia merupakan makhluk cipataan Allah SWT yang sempurna karena diberikan oleh-Nya akal untuk berpikir, juga bersifat lemah dan terbatas. Kelemahan dan keterbatasan pada manusia disebabkan manusia adalah ciptaan bukan pencipta, jadi apa saja yang namanya ciptaan pasti akan bersifat lemah dan terbatas. Ia tidak bisa hidup selamanya dan tidak bisa berkembang sendiri dan suatu saat nanti pasti akan mati.