Minggu, 23 Maret 2014

Nasehat Untukmu Wanita

           بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

             Gambar ini saya ambil dari akun teman Facebook saya. Saya mengambil –tepatnya meng-Copas (copy-paste) gambar ini karena tulisan didalamnya cukup menarik dan mengandung makna yang baik.
         Isi dari tulisan tersebut adalah sebuah perenungan atau muhasabah seorang perempuan tentang dirinya. Kalimat tersebut seperti cambuk bagi perempuan ketika mereka malas belajar. Juga merupakan kapsul pemecut semangat ketika rasa malas itu datang.
          Ia ingat bahwa seorang perempuan itu nantinya akan mempunyai pasangan hidup (suami). Dari hubungan antara suami-istri itu nantinya akan lahir sosok individu baru. Yang dimaksud adalah seorang bayi atau sang buah hati. Telah kita ketahui bersama bahwa yang namanya bayi itu pasti senantiasa dekat dengan Ibunya daripada dengan Bapaknya. Karena telah terbentuk ikatan emosional yang lama antara seorang ibu dan buah hatinya.
Karakter seorang anak dibentuk dan ditentukan oleh ibunya karena ibulah yang selalu mengajari anaknya dari kecil hingga dewasa kelak dan dia pula yang selalu menjaga dan selalu ada untuk anaknya, dimana pun dan kapan pun. Jika ibunya berkarakter baik maka anaknya pun akan berkarakter baik dan jika ibunya berkarakter buruk maka anaknya pun akan berkarakter buruk.

Indahnya Cinta Tergantung Pekerti Kita

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Ada sebuah kalimat sakti yang dikatakan oleh Mario Teguh berkenaan dengan cinta, beliau yang biasa nongkrong di tv setiap malam senin dalam acara The Golden ways ini berkata, “cinta selalu indah. Salah memilih kekasih dan salah mencintai adalah perusak keindahan cinta. Maka, jangan salahkan cinta. Cinta hanya memperlakukanmu seindah pekertimu”.
Memang, cinta itu indah karena cinta adalah anugerah Allah SWT yang diberikan kepada manusia. Ia juga merupakan fitrah manusia. Allah SWT ciptakan cinta agar manusia bisa melestarikan keturunannya sehingga semakin banyak manusia yang beribadah kepada Allah SWT. Lanjut kata Om MT, salah memilih kekasih dan salah mencintai adalah perusak keindahan cinta. Artinya ketika kita sudah mampu untuk memilih sang pendamping hidup, jangan sampai pilihan kita itu yang akhirnya mengecewakan kita. Misalnya kita memilih istri yang penampilan fisiknya baik, putih, dan mulus serta tidak ada sedikit pun kecacatan pada tubuhnya. Tapi apa yang ada dibalik fisiknya tidak seindah fisiknya, artinya hatinya tidak bersih. Banyak ‘noda-noda’ yang menempel di hatinya. Maka istri yang seperti ini nantinya akan merusak keindahan cinta bahkan keindahan rumah tangga. Karena jika seorang istri mempunyai penyakit hati dalam dirinya ia akan senantiasa iri kepada orang lain, terlalu curiga kepada suami, tidak mau patuh pada suami, bahkan ngeyel ketika dinasehati, dan bisa jadi ia akan selingkuh dengan orang lain. Jadi baik dan rusaknya cinta tergantung pilihan kita sendiri ketika memilih kekasih.

Senin, 12 November 2012

Hadharah | Madaniyah


Sebelumnya mungkin diantara kita pernah bertemu dengan orang yang ketika kita Tanya, “antum (anda) punya akun FB ga? Akun twitter? Atau akun blog-nya sekalian?” dia jawab “kaga punya, soalnya semua itu haram. Haram karena ciptaan orang kafir”. Saya pribadi pernah menemuinya. Atau mungkin kita pernah jalan-jalan dan wara-wiri terus mampir ke suatu masjid, didalamnya kita lihat nggak ada yang namanya Mic, speaker, sound system, dan lain-lain. Selidik punya selidik ternyata yang punya masjidnya nggak membolehkan yang namanya alat-alat modern khususnya elektronik bin teknologi masuk nonkrong diruangan masjid.
                Nah, kenapa dizaman super maju dan modern ini masih ada orang yang demikian, yang anti atau bahkan mengharamkan alat-alat teknologi? Jawabannya, karena bisa jadi mereka nggak bisa membedakan antara Hadharah dan madaniyah atau bisa jadi karena mereka bertaklid buta pada orang yang dipercayainya-padahal belum tentu benar. Wallahu ‘alam
                

Selasa, 23 Oktober 2012

5 Jenis Manusia


Telah kita ketahui bersama bahwa manusia adalah makhluk sosial, yaitu makhluk yang tidak bisa hidup sendiri, yang senantiasa membutuhkan peran serta bantuan dan pertolongan dari orang lain. Manusia merupakan makhluk cipataan Allah SWT yang sempurna karena diberikan oleh-Nya akal untuk berpikir, juga bersifat lemah dan terbatas. Kelemahan dan keterbatasan pada manusia disebabkan manusia adalah ciptaan bukan pencipta, jadi apa saja yang namanya ciptaan pasti akan bersifat lemah dan terbatas. Ia tidak bisa hidup selamanya dan tidak bisa berkembang sendiri dan suatu saat nanti pasti akan mati.               

Senin, 10 September 2012

Balasan Orang Yang Bertakwa



Alhamdulillah, beberapa waktu yang lalu kita sudah memasuki bulan suci Ramadhan, dimana dalam bulan ini Allah SWT memerintahkan bahkan mewajibkan kepada kita untuk berpuasa selama satu bulan penuh agar kita mendapat predikat takwa (Lihat: QS Al-Baqarah [2]: 184). Dan hari ini bulan suci tersebut sudah berlalu dihadapan kita. Apakah yang kita rasa? Mungkin dari sebagian teman-teman ada yang merasa senang dan gembira karena bisa melaksanakan puasa dengan sempurna, dan ada juga yang merasa sedih karena takut tahun depan nggak bisa ketemu lagi dengan bulan mulia ini.
            Bro N’ Sist, takwa asal katanya dari kata waqa’ yang artinya melindungi. Jadi orang yang bertakwa berarti melindungi diri dari murka dan azab Allah SWT dengan cara menjalankan segala perintahNya dan meninggalkan segala laranganNya. Dalam surat Ali Imran ayat 102 Allah SWT menyerukan kepada kita ---orang yang beriman untuk bertakwa dengan sebenar-benar takwa kepadaNya yakni harus tunduk, patuh, dan taat pada syariah-syariahNya; syariah yang mengatur dirinya dengan dirinya sendiri, syariah yang mengatur dirinya dengan Tuhannya, dan syariah yang mengatur dirinya dengan sesamanya (orang lain).

Senin, 16 Juli 2012

Keutamaan Bulan Ramadhan

Alhamdulillah ya, nggak lama lagi kita akan memasuki bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh kemulian, bulan yang penuh dengan pahala, bulan yang dimana pintu-pintu surga dibuka lebar-lebar dan pintu neraka ditutup rapat-rapat dan bulan dimana hawa nafsu kita diuji untuk bisa tetap taat pada perintah Allah SWT dengan menjalankan ibadah puasa Ramadhan  dan ibadah wajib maupun sunnah yang lainnya.
Nah, tau nggak sobat bahwa kewajiban berpuasa telah disebutkan dalam firman Allah SWT:
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al-Baqarah [2]: 183)
            So, kewajiban berpuasa untuk kaum muslimin or muslimat hukumnya adalah wajib dan akan berdosa jika kewajiban itu nggak kita laksanain. Bro en Sis cukuplah keutamaan, keistimewaan dan keberkahan Ramadhan bagi kita sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Barangsiapa yang melakukan puasa Ramadhan karena iman dan mengharap ridha Allah, maka pasti akan diampuni dosa-disanya yang telah lalu”. (HR. Bukhari dan Muslim)